Minggu, 2008 Maret 23
Activity of the Midle Semester
Senin, 2008 Maret 17
My Little Brother

My Little Brother ini, persaudaraan yang sangat akrab sekali. Dengan nama lengkap Rustam Heri Suyanto ini masih sibuk dengan kuliahnya di Universitas Wangsa Manggala, Yogyakarta dengan bidang Keahlian Akuntansi. semester 2 yang baru saja ia tapaki. Semoga berhasil apa yang Oom Atam cita - citakan. Oom Atam ini anak kedua dari pasangan Bapak Endro Hadi Hartono dan Ibu Sukemi. Tinggal di sebuah dusun kecil pinggiran kota Yogyakarta, inggih puniko Dusun Bantengan Pedukuhan V, Brosot, Galur, Kulon Progo, Yogyakarta Hadiningrat.
My Grandmother
Minggu, 2008 Maret 16
My Beautiful Girl in the World
Asmo lengkap kulo inggih puniko Cicilia Ayogya Wienda Haryanto, ingkang lahir tanggal 6 November 2005, wonten ing Bantengan, Brosot, Galur, Kulon Proga, dusun alit ing wewengkon Ngayogyakarta Hadiningrat. Salah sawijinging Dusun ingkang sanget - sanget kulo tresnani. Wonten malih dusun Gedongkiwo Mj 1/606 Ngayogyakarta. Puniko griyo ingkan asring kulo panggeni bobok naliko liburan ing kutho Yogyakarta puniki.
Label:
Tetap Semangat,
Venda Har
My Family
Keluarga Agustinus Dwiharyanto, S. Pd ( SD Tegaljaya, Jl. Kubu Gunung, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali, 80361 ) dengan Endang Sri Sulastri, S.E ( PUSKOPDIT BALI ARTA GUNA, Komplek Ruko Dalung Permai A-21, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali ), istri dan belahan jiwaku serta kedua anak kami yang cantik- cantik dan imut - imut Cicilia Noveviona Ayogya Wienda Haryanto ( Wienda ) dan Lucia Noventina Dessy Wienda Haryanto ( Ventie ). Semoga kedua puteri kami ini menjadi anak yang berbakti kepada Nusa dan Bangsa, kedua orang tuanya, Terutama kepada Tuhan YME. Mohon doa restu semoga menjadi seperti keluarga NASARET. aminTourisem in Bali
Wisata di ulun danu dengan anaku yang nomor 1 Cicilia Noveviona Ayogya Wienda Haryanto, dan ditemani Om yang cakep Rustam Heri Suyanto, pada bulan Maret 2008. Ulun Danu merupakan salah sayu obyek wisata yang ada di pulau Bali. Letaknya di sebelah kiri Danau Bratan, yaitu jalan menuju ke arah Singaraja.Selasa, 2007 Oktober 30
Alicia
Alicia adalah seorang gadis yang menginjak remaja. Umurnya 12 tahun, ia duduk di kelas 6 SD IV 8 Plas Chamois. Sebuah desa kecil yang berada dipinggiran kota Yogyakarta. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Ayahnya seorang pegawai kelurahan, dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang baik. Meski begitu keluarga ini hidup bahagia. Kedua orang tuanya sangat menyayangi Alicia, anak semata wayang mereka,
Alici yang berwajah manis itu, selalu menghabiskan waktu untuk memelototi televisinya yang berukuran 15 inchi di kamar tamu rumahnya. sebab ia gemar sekali melihat sinetron - sinetron yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta terkenal itu.
Malam itu hujan turun, meski hanya rintik-rintik tetapi cukup membuat udara di rumah menjadi dingin. Alicia masih juga duduk di depan televisinya meski jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. "Alicia, sudah malam nak, cepatlah tidur besok bangunnya kesiangan." kata Ibu dari dalam kamarnya. Alicia terdiam, dia tetap asyik di depan TV menghabiskan sinetron kesayangannya.
Alici yang berwajah manis itu, selalu menghabiskan waktu untuk memelototi televisinya yang berukuran 15 inchi di kamar tamu rumahnya. sebab ia gemar sekali melihat sinetron - sinetron yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta terkenal itu.
Malam itu hujan turun, meski hanya rintik-rintik tetapi cukup membuat udara di rumah menjadi dingin. Alicia masih juga duduk di depan televisinya meski jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. "Alicia, sudah malam nak, cepatlah tidur besok bangunnya kesiangan." kata Ibu dari dalam kamarnya. Alicia terdiam, dia tetap asyik di depan TV menghabiskan sinetron kesayangannya.
The Headmasters
Yang pake baju putih itu Bernama Sr. Corry. CIJ, beliau adalah Kepala Sekolah SD Tegaljaya, Jl. Kubu Gunung, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. 80 361, Dan yang gendut pake baju batik itu namanya Pak Vincent, lengkapnya Vincensiua Riada Mone beliua Kepala Sekolah SMP Tegaljaya, Jl Kubu Gunung Utara, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, bali 80 361. Juga merangkap sebagai Kepala Kantor Yayasan Kosayu cabang Denpasar, kalo gitu gajinya dobel- dobel dong, wah banyak banget pasti jadi orang kaya. Buktinya itu badan jadi melar ke samping. he . . .he . . .!Minggu, 2007 Oktober 28
My Biografy
Nama lengkap gue Agustinus Dwiharyanto, orang - orang biasa panggil dengan sebutan dhoewex~zkoe, lahir di Lampung, 1 Agustus 1973, Terus tahun 1981 hijrah ke kota Gudeg Yogyakarta dan tinggal di Gedongkiwo Mj I/606 Yogyakarta 55142.Riwayat pendidkan gue
1. 1981-1986 SD Kanisius Kumendaman
2. 1986-1989 SMPN 16 Yogyakarta
3. 1989-1992 SMA Marsudi Luhur I Yogyakarta
4. 1992-2000 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi Pendidikan Dunia Usaha
Dari tahun 2000 - sekarang mengajar di SD Tegaljaya, Jl. Kubu Gunung, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. 80 361.
Tahun 2003, tepatnya tanggal 21 April 2003 mempersunting gadis cantik bernama Endang Sri Sulastri, dan dikaruniai anak yang berumur 2 tahun bernama Cicilia Noveviona Ayogya Wienda Haryanto ( Wienda ) putri pertama kami. Sedangkan Lucia Noventina Dessy Wienda Haryanto ( Ventie ) putri kedua kami yang lahir di Pulau Bali tanggal 27 Desember 2007
Label:
Tetap Semangat,
Venda Har
Jumat, 2007 Oktober 26
St. Agustinus seperti Teratai
Agustinus dilahirkan pada tanggal 13 November 354 di Tagaste, Algeria, Africa Utara. Ayahnya bernama Patrisius, Ibunya St. Monica seorang Kristen yang saleh. Santa Monica mendidik ketiga putra-puterinya dalam iman Kristen. Namun setelah menginjak dewasa Agustinus mulai memberontak dan hidup liar. Pada usia 29 tahun Agustinus pergi ke Italia dan menjadi mahaguru terkenal di Milan. sementara itu hatinya gelisah, sama seperti kebanyakan kita saat ini, Agustinus mencari-cari sesuatu dalam berbagai aliran untuk mengisi kekosongan jiwanya. Agustinus menganut aliran Manikisme selama kurang lebih 10 tahun, yaitu suatu aliran ynag menolak Allah dan lebih mengutamakan pada Rasionalisme. tetapi tanpa kehadiran Allah dalam hidupnya jiwanya masih tetap kosong. Agustinus mempelajari semua buku ilmu pengetahuan, tetapi tidak menemukan Kebenaran dan Ketentraman Jiwa.sejak awal tak bosan - bosan ibunya menyarankan agar Agustinus membaca Kitab Suci. Dimana dalam kitab suci tersebut akan menemukan lebih banyak kebijaksanaan dan kebenaran dan Ketentraman jiwa. Tetapi Agustinus meremehkan nasihat ibunya. Kitab Suci dianggap terlalu sederhana dan tidak akan menambah pengetahuan sedikit pun. Di usia yang ke-31, Agustinus mulai tergerak hatinya untuk kembali kepada Tuhan berkat doa-doa dari ibunya.
Tetapi Agustinus belum bersedia untuk dibabtis oleh Uskup Milan. agustinus pergi ke taman dan berdoa, "Berapa lama lagi, ya Tuhan? Mengapa aku tidak mengakhiri dosa dan perbuatanku sekarang?" Sekonyong-konyong Agustinus mendengar seorang anak bernyanyi, "Ambillah dan bacalah !" Agustinus mengambil Kitab Suci dan mambukanya tapat pada ayat, " Marilah kita hidup dengan sopan pada siang hari. Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai senjata dan perlengkapan terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya." ( Roma 13 : 13-14 ). Sejak saat itu Agustinus memulai hidup yang baru. Tahun 387 Agustinus dibabtis oleh Uskup Ambrosius. dan memutuskan untuk mengabdikan diri pada Tuhan. Agustinus dan dengan beberapa teman dan saudaranya hidup bersama dalam doa dan meditasi. Tahun 388 Agustinus kembali ke Italia, karena ibunya wafat. Ia menjual segala harta miliknya dan dibagi - bagikan kepada yang miskin dan papa. Agustinus juga mendirikan komunitas Religius. atas desakan Uskup Valerius dan umat dan Agustinus bersedia menjadi Imam. empat tahun kemudian menjadi Uskup di kota Hippe.
Label:
Tetap Semangat,
Venda Har
RA. KARTINI
Langgan:
Entri (Atom)


